Peran Pola Asuh Otoritatif dalam Meningkatkan Resiliensi pada Remaja Generasi Z

Oleh: Salimah Tazkiyatul Izzah

Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi serta berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Pola asuh yang tepat bisa membantu orang tua dalam menerapkan nilai-nilai positif kepada anak.

Pola asuh demokratis memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan enam aspek resiliensi pada anak asuh, yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, efikasi diri, empati, dan kemampuan untuk membuka diri kepada orang lain. Ia merasa lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih terhubung secara sosial. Ia juga belajar memahami batasan, membuat pilihan sendiri, dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil (V. Amelia., 2025).

Pola asuh otoritatif akan membentuk anak dengan perilaku yang ramah, memiliki harga diri, kepercayaan diri, memiliki tujuan, cita-cita, serta berprestasi. Sebaliknya, pola asuh otoritarian, mengakibatkan anak tidak dapat mengambil keputusan, kurang percaya diri, dan pemalu. Tuntutan orang tua yang terlalu tinggi tanpa disertai kenyataan yang ada dapat berdampak kegagalan dan dapat berpengaruh pada harga diri anak.

Salah satu hal yang dapat meningkatkan resiliensi adalah pola asuh yang positif dan demokratis sehingga anak memiliki kontrol diri yang baik, tidak mengalami krisis identitas dan memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. Hurlock (1978) menjelaskan bahwa pola asuh demokratis adalah gaya pengasuhan yang memberikan kebebasan kepada anak dalam batas-batas tertentu serta melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini memberikan bimbingan, kasih sayang, serta kontrol yang seimbang, sehingga anak dapat berkembang secara mandiri, memiliki rasa tanggung jawab, serta kepercayaan diri yang tinggi.

Resiliensi yang baik dapat terjadi apabila seseorang memiliki dukungan dari lingkungan sekitar yang baik, memiliki kekuatan dari dalam diri, serta kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan berbicara dengan orang lain. Pada tipe pola asuh otoritatif, orang tua memberikan dukungan agar anak lebih mandiri, tetapi tetap menerapkan batasan dalam bertingkah laku. Kemudian kekuatan dari dalam diri salah satunya adalah percaya diri dan yakin bahwa semuanya akan dapat teratasi dengan baik.

Salah satu hal yang terlihat dari konsekuensi adanya dukungan dan tuntutan yang seimbang dari orangtua adalah seorang anak merasa percaya akan kemampuan dirinya tanpa memandang rendah apa yang ia dan orang lain miliki. Selain itu remaja juga dapat meyakini bahwa apapun kesulitan yang dihadapi akan terlewati dengan baik. Anak yang diasuh dengan pola asuh otoritatif berani menyuarakan ketakutan ataupun meminta pertolongan. Mereka yakin orang-orang yang ada disekitar mereka akan membantu dalam menghadapi kesulitan.

Menurut penelitian pola asuh yang berperan paling besar terhadap resiliensi adalah pada pola asuh ibu otoritatif dan pola asuh ayah otoritatif. Pola asuh yang berperan paling tinggi terhadap resiliensi adalah pada kombinasi pola asuh ayah otoritatif dan pola asuh ibu otoritatif. Sedangkan, pola asuh yang berperan paling kecil terhadap resiliensi adalah pada kombinasi pola asuh ayah otoritarian dan pola asuh ibu permisif.

Hal ini bermakna bahwa pola asuh ayah dan ibu dapat memprediksi resiliensi dan dapat menghasilkan tingkatan resiliensi (D. C Permata & R. A Listiyandrini., 2015). Memang masih terdapat banyak sekali faktor lain yang mampu mempengaruhi perkembangan resiliensi pada diri seorang remaja. Tetapi orang tua menjadi hal utama yang ditemui seorang anak semasa hidupnya. Pola asuh yang mampu mengembangkan resiliensi pada diri seorang remaja dapat membantu mereka melewati masa-masa sulit pada tahap perkembangannya. Mereka mampu bangkit ketika mengalami keterpurukkan dan mampu menghadapi tekanan dari berbagai tuntutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *