Reorientasi Santri Kelas 8 dan 9: Menumbuhkan Integritas dan Semangat Menjadi Teladan

Oleh : Ust Rendi Faturohman S.Hum

Bekasi — Setelah menyelesaikan masa libur semester, santri kelas 8 dan 9 SMPIT Bunyan Indonesia mengikuti kegiatan Reorientasi Santri yang diselenggarakan pada 16–17 Juli 2026. Mengangkat tema “Menjadi Pribadi Berintegritas, Menginspirasi Melalui Keteladanan” dengan jargon “Upgrade Character, Inspire Together”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penyegaran sebelum memasuki tahun ajaran baru.

Berbeda dengan masa orientasi bagi santri baru, reorientasi ini lebih menitikberatkan pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan belajar sesuai jenjang masing-masing. Selama dua hari, para santri tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas yang menuntut mereka berpikir, berdiskusi, bekerja sama, dan mengambil keputusan.

Hari pertama diawali dengan pembukaan dan tilawah Al-Qur’an sebagai pengingat bahwa seluruh proses belajar berawal dari nilai-nilai keislaman. Setelah itu, santri kelas 8 maupun kelas 9 mengikuti sesi My Superhero Blueprint. Pada kegiatan ini, mereka diajak mengenali potensi diri dengan memetakan kekuatan yang dimiliki berdasarkan refleksi pribadi maupun masukan dari teman. Harapannya, setiap santri semakin memahami kelebihan yang Allah anugerahkan dan mampu menggunakannya untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Memasuki sesi berikutnya, materi disampaikan sesuai kebutuhan masing-masing jenjang. Santri kelas 8 berlatih membangun komunikasi yang baik dan percaya diri melalui berbagai aktivitas interaktif. Sementara itu, santri kelas 9 mengikuti kegiatan Future Press Conference, yaitu menyusun peta perjalanan pendidikan dan cita-cita setelah lulus SMA, kemudian mempresentasikannya dalam suasana layaknya konferensi pers. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar menyampaikan gagasan sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi di depan orang lain.

Pada siang harinya, materi kembali disesuaikan dengan kebutuhan setiap tingkat. Santri kelas 8 mendapatkan pembekalan mengenai fondasi berpikir kritis sebagai bekal menghadapi proses belajar yang semakin menantang. Di sisi lain, santri kelas 9 mengikuti pembelajaran tentang fondasi belajar dan mengajar sebagai persiapan menjadi kakak kelas yang mampu memberikan teladan bagi adik-adiknya.

Hari kedua diawali dengan materi yang semakin aplikatif. Santri kelas 8 belajar mengenai tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, serta kesadaran diri sebagai bekal menjalani kehidupan di sekolah maupun di asrama. Sementara itu, santri kelas 9 melaksanakan kegiatan microteaching bersama guru Al-Qur’an dan guru mata pelajaran. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar bagaimana menyampaikan materi dengan baik, membangun rasa percaya diri, sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan melalui proses mengajar.

Suasana berubah semakin semarak pada sesi outbound di penghujung kegiatan. Berbagai permainan seperti Blind Walk, The Military Time, Problem Solving, Commander, dan Acid River menguji kemampuan komunikasi, kejujuran, kepemimpinan, hingga kerja sama antarsantri. Di balik setiap tantangan, para santri belajar bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kepercayaan, kedisiplinan, dan kemampuan saling mendukung.

Kegiatan reorientasi ini menjadi pengingat bahwa memasuki tahun ajaran baru bukan sekadar berganti kelas, tetapi juga saat yang tepat untuk memperbaiki diri dan menetapkan target yang lebih baik. Santri kelas 8 dipersiapkan agar semakin mandiri dan matang dalam belajar, sedangkan santri kelas 9 didorong untuk menjadi teladan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Semoga semangat yang tumbuh selama dua hari reorientasi ini terus terjaga dalam keseharian. Dengan karakter yang kuat, integritas yang tinggi, dan semangat untuk terus belajar, setiap santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberi manfaat dan menginspirasi lingkungan di sekitarnya.

Tag: