Leadership Camp SMPIT Bunyan Indonesia: Membangun Karakter Tangguh dari Diri Sendiri

Oleh; Adam Friansyah

Bekasi, 21 September 2026 –  Langkah nyata pembentukan karakter generasi penerus kembali ditunjukkan oleh civitas akademika Bunyan. Kampus SMPIT Bunyan Indonesia Telajung berkolaborasi dengan SMPIT Bunyan Indonesia 02 Cijengkol resmi membuka rangkaian acara tahunan Leadership Camp SMPIT Bunyan Indonesia.

Mengusung tema besar “Bersama Membentuk Pemimpin Masa Depan”, agenda ini dirancang khusus untuk membekali para santri dengan nilai disiplin, ketangguhan, serta kecakapan kolaboratif berlandaskan nilai-nilai Islami melalui pengalaman lapangan langsung.

1. Menempa Ketenangan dan Kerja Sama Lewat Basic Survival

Rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembekalan materi Basic Survival. Sesi berharga ini dipandu langsung oleh Bapak Taryono Anshori, S.E., Ketua BKBN PKS Kabupaten Bekasi.

Materi bertahan hidup ini bukan sekadar pelatihan teknis luar ruang, melainkan simulasi mental bagi calon pemimpin. Peserta dilatih untuk:

 * Menjaga ketenangan berpikir di bawah tekanan,

 * Mengambil keputusan taktis secara cepat dan tepat,

 * Mengoptimalkan keterbatasan sumber daya di sekitar, serta

 * Memperkuat koordinasi dan soliditas regu.

Setelah istirahat sejenak, pemahaman teoretis tersebut langsung diuji dalam simulasi lapangan terbuka, menuntut aksi sigap dan komunikasi efektif antarpeserta.

2. Leadership Starts with Me: Fondasi Kepemimpinan Diri

Memasuki sesi siang, Ustadzah Himmah membawakan materi inti bertajuk“Leadership Starts with Me”. Melalui pendekatan reflektif, santri diajak menyelami esensi kepemimpinan paling mendasar: kemampuan mengendalikan diri sendiri sebelum memimpin orang lain.

Peserta diajak mengevaluasi kebiasaan harian, mulai dari manajemen waktu, komitmen terhadap amanah, konsistensi ibadah, hingga kematangan emosi saat menentukan pilihan. Pesan moral yang ditekankan sangat tegas: keteladanan seorang pemimpin lahir dari integritas dan disiplin pribadi.

3. Asah Analisis Kritis Melalui Simulasi Problem Solving

Pelatihan berlanjut dengan sesi khusus santri kelas 8 yang dipandu oleh Ustadz Adam. Membawa topik studi kasus dan resolusi masalah (problem solving), sesi ini mendorong santri berpikir kritis dan solutif.

Para santri ditantang membedah berbagai skenario persoalan kelompok, beradu argumen secara sehat, menghargai ragam sudut pandang, hingga akhirnya merumuskan solusi mufakat. Keterampilan analisis ini krusial agar kelak mereka terbiasa mengambil keputusan berbasis data dan musyawarah.

4. Belajar Mandiri dan Gotong Royong Lewat Pelatihan Masak Nasi

Menjelang sore hari, kegiatan ditutup dengan aktivitas yang membumi namun penuh filosofi: Pelatihan Memasak Nasi di Alam Terbuka.

Meski tampak sederhana, memasak makanan pokok secara mandiri di lapangan membutuhkan pembagian tugas yang adil, manajemen waktu api/air, ketelitian, serta kesabaran tinggi. Momen ini menjadi sarana konkret dalam menanamkan kemandirian santri serta rasa saling melengkapi antaranggota kelompok.

Komitmen Mencetak Generasi Berkarakter Qur’ani dan Mandiri

Hari pertama Leadership Camp SMPIT Bunyan Indonesia sukses menjadi batu pijakan penting bagi para santri. Menghadapi tantangan alam, membedah dinamika masalah, dan mempraktikkan gotong royong membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tumbuh lewat tindakan nyata.

Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan ke depan terus berjalan lancar, melahirkan pribadi santri Bunyan yang mandiri, berakhlak mulia, tangguh, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *