Melantunkan Ayat, Menggapai Martabat: SDIT Bunyan Indonesia Gelar Khatmil Qur’an dengan Penuh Kehangatan

BEKASI – Gemuruh shalawat dan lantunan ayat suci menggema di lingkungan SDIT Bunyan Indonesia, menciptakan atmosfer yang menyentuh kalbu. Suasana khidmat menyelimuti gelaran Khatmil Qur’an yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para penghafal Al-Qur’an cilik yang luar biasa.

Acara yang dipandu oleh Ustadzah Lailatus Syukriyah, S.Pd.I ini bukan sekadar seremoni rutin. Ini adalah panggung pembuktian bagi siswa-siswi SDIT Bunyan Indonesia yang mampu menembus batas capaian akademik. Betapa tidak, di saat target hafalan biasanya dituntaskan selama enam tahun masa pendidikan, siswa-siswi SDIT Bunyan justru mampu melampauinya lebih cepat. Mayoritas dari mereka yang mengikuti Khatmil hari ini bahkan masih duduk di kelas 5, dan yang lebih menakjubkan, ada pula siswa dari kelas 3 yang telah berhasil mencapai target hafalan yang prestisius.

Apresiasi dan Kabar Gembira

Dalam sambutannya, Direktur Sekolah Bunyan Indonesia, Ustadz Saepuloh, S.Pd.I., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa yang telah membumikan Al-Qur’an di dalam dada.

“Anak-anakku adalah mutiara yang berharga. Keberhasilan kalian menghafal Al-Qur’an adalah cermin kesungguhan dan bukti kasih sayang Allah,” tutur Ustadz Saepuloh dalam pidatonya yang penuh haru.

Suasana kian hangat saat Direktur Sekolah Bunyan Indonesia, Ustadz Saepuloh, S.Pd.I., memberikan sambutan. Tak sekadar melayangkan pujian lisan, beliau meniupkan angin segar yang memicu binar bahagia di mata para orang tua murid. Sebuah kebijakan progresif resmi diumumkan: karpet merah berupa potongan biaya uang pangkal disiapkan bagi alumni SDIT Bunyan yang melanjutkan studi ke jenjang SMPIT Bunyan Indonesia, baik untuk jalur Pesantren maupun jalur Fullday.

Skema apresiasi tersebut disusun secara rapi dan berkeadilan berdasarkan capaian hafalan (juz) para siswa:

– Mahkota Agung (15 Juz ke atas): Apresiasi penuh berupa Gratis 100% Uang Pangkal.

– Capaian Utama (10–14 Juz): Potongan istimewa sebesar 75% Uang Pangkal.

– Capaian Madya (6–9 Juz): Keringanan sebesar 50% Uang Pangkal.

– Langkah Awal (3–5 Juz): Subsidi penyemangat sebesar 25% Uang Pangkal.

Tak berhenti di situ, Ustadz Saepuloh juga membawa kabar gembira yang menyentuh ranah keluarga. Sebagai wujud terima kasih atas loyalitas dan kepercayaan tanpa batas dari para orang tua, sekolah menetapkan bahwa bagi anak kandung keenam (ke-6) yang menempuh pendidikan di unit yang sama, akan dibebaskan sepenuhnya dari biaya uang pangkal alias 100% Free.

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini mencapai puncak emosional saat sesi sungkeman. Tak sedikit mata berkaca-kaca menyaksikan momen tatkala siswa-siswi bersimpuh di kaki orang tua mereka, memohon doa restu agar hafalan yang dimiliki menjadi syafaat bagi keluarga di dunia dan akhirat.

Kepala SDIT Bunyan Indonesia, Ibu Wiandini Mandasari, SE., berharap momentum Khatmil Qur’an ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh siswa untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Semoga Al-Qur’an senantiasa menuntun langkah mereka menjadi generasi rabbani yang berbakti dan berprestasi,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa khusyuk yang dipimpin oleh Ustadz Sahrul Sabirin, S.Ag., diikuti sesi foto dokumentasi yang mengabadikan wajah-wajah ceria penuh kebanggaan. SDIT Bunyan Indonesia sekali lagi telah membuktikan bahwa dengan kurikulum yang tepat dan dukungan penuh dari orang tua, anak-anak mampu melampaui ekspektasi, mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tapi juga terjaga dalam hafalan kalam Ilahi.

Tag: