Shalat Tarawih Bersama Imam Palestina, Momentum Ramadhan yang Menggetarkan Hati
Ramadhan 1447 H menjadi momen istimewa bagi jamaah Masjid Nur Al-Ghamidi. Dalam suasana penuh kekhusyukan, kaum muslimin melaksanakan Shalat Tarawih bersama Imam Palestina, Syeikh Khodr Ahmed Al-Ahmad.
Kehadiran beliau bukan hanya menjadi imam dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an, namun juga menghadirkan pesan kemanusiaan yang begitu dalam melalui kultum yang menyentuh hati.
Ramadhan kali ini tidak hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Gaza.
Dalam kultumnya, Syeikh Khodr Ahmed Al-Ahmad menggambarkan kondisi saudara-saudara kita di Gaza. Beliau menyampaikan bahwa banyak masyarakat di sana yang berpuasa dengan berbuka seadanya. Bahkan, tidak sedikit yang menjalani hari-hari Ramadhan dalam keterbatasan makanan dan minuman akibat situasi yang sulit dan akses logistik yang terbatas. Di saat kita dapat menikmati hidangan berbuka yang beragam, di sana banyak keluarga yang harus berbagi dalam kekurangan.
Salah satu bagian kultum yang paling menyentuh adalah ketika beliau membandingkan suasana Ramadhan di Indonesia dengan di Gaza. Di sini, kita melihat anak-anak berbuka puasa bersama orang tua mereka, berjalan ke masjid dengan penuh kebahagiaan, bergandengan tangan dengan ayah dan ibunya. Namun di Gaza, banyak anak-anak yang harus berbuka sendirian, kehilangan keluarga, atau terpisah karena kondisi yang tidak memungkinkan mereka berkumpul bersama. Perbedaan suasana ini menjadi pengingat betapa besar nikmat keamanan dan kebersamaan yang Allah anugerahkan kepada kita.
Beliau juga menceritakan bagaimana langit Gaza sering kali dilintasi pesawat-pesawat, menjadi tanda situasi yang mencekam dan penuh tekanan. Akses makanan dan minuman pun sangat terbatas. Bantuan sulit masuk. Distribusi logistik tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dalam kondisi seperti itu, masyarakat Gaza tetap berusaha menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesabaran dan keteguhan iman.
Syeikh Khodr Ahmed Al-Ahmad menitipkan pesan penting kepada seluruh jamaah:
Jangan pernah lupakan saudara-saudara kita di Gaza dalam doa.
Beliau mengajak agar kita:
Mendoakan mereka di setiap sujud
Menyebut mereka setelah shalat
Menyisipkan doa untuk mereka dalam setiap munajat yang kita panjatkan
Doa adalah senjata orang beriman. Di saat jarak memisahkan, doa menjadi penghubung hati sesama muslim.

Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan kepedulian. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan tentang keutamaan bersedekah, terutama kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Allah SWT berfirman:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ٩٢
lan tanâlul-birra ḫattâ tunfiqû mimmâ tuḫibbûn, wa mâ tunfiqû min syai’in fa innallâha bihî ‘alîm
“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.” (QS. Ali ‘Imran: 92)
Ayat ini menjadi penguat bahwa keberkahan Ramadhan tidak hanya diraih melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui pengorbanan dan kepedulian sosial. Infak terbaik adalah yang diberikan dari apa yang kita cintai.
Ramadhan Penuh Makna: Ibadah dan Kepedulian
Shalat Tarawih malam itu bukan sekadar rangkaian rakaat. Ia menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah bulan empati. Di saat kita menikmati keamanan, kebersamaan, dan kelapangan rezeki, ada saudara kita yang menjalani Ramadhan dalam ujian yang berat. Semoga kebersamaan dalam Shalat Tarawih bersama Imam Palestina ini semakin menguatkan ukhuwah islamiyah dan mengetuk hati kita untuk:
Lebih bersyukur
Lebih peduli
Lebih dermawan
Lebih kuat dalam doa
Mari raih keberkahan Ramadhan dengan ibadah terbaik dan sedekah terbaik.











