SERUAN RAMADHAN 2026 M

Ramadan 1447 H / 2026 M kembali mengetuk pintu hati kita, membawa panggilan iman yang tak pernah usang. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa syiyam bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi jalan menuju ketakwaan. Puasa adalah madrasah ruhani yang membersihkan jiwa, menundukkan hawa nafsu, dan menumbuhkan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi kita.

Rasulullah ﷺ mempertegas kemuliaan puasa dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim:

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Allah Ta‘ala berfirman: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Betapa agungnya ibadah ini. Puasa adalah amal yang paling tersembunyi, paling tulus, dan pahalanya langsung dari Allah tanpa batas.

Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Keutamaan puasa di dunia begitu terasa. Ia melatih disiplin, kesabaran, dan pengendalian diri. Ia menumbuhkan empati sosial—ketika kita merasakan lapar, kita diingatkan pada saudara-saudara yang kekurangan. Ramadan mengokohkan solidaritas keluarga: sahur bersama, berbuka dengan doa, dan qiyamullail yang menghidupkan rumah dengan cahaya iman.

Adapun di akhirat, keutamaannya lebih dahsyat. Rasulullah ﷺ bersabda dalam riwayat Sahih Bukhari:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari kiamat.”

Maka, wahai umat Islam, mari kita penuhi panggilan iman ini dengan ikhlas. Jadikan Ramadan 2026 sebagai momentum mengokohkan keimanan dan ketakwaan, mempererat ukhuwah, serta membangun solidaritas keluarga dan sesama. Semoga kita keluar dari Ramadan sebagai hamba yang lebih bersih hatinya, lebih kuat imannya, dan lebih kokoh persaudaraannya menuju ridha Allah ﷻ.