Oleh ; Akmaludin Alghifari
BEKASI – Seluruh Sumber Daya Insani (SDI) Yayasan Bunyan Auladia Cemerlang kembali berkumpul dalam agenda rutin Silaturahim Bulanan, Sabtu (12/9/2026). Pertemuan kali ini tidak sekadar menjadi ajang pelepas rindu antar pendidik, tetapi juga menjadi wadah candid discussion yang penuh dengan insight mendalam.
Hadir sebagai pembicara utama, Dr. KH. Uus Mauludin, M.A. (yang akrab disapa KangGuru Uus) menyampaikan materi berbobot mengenai arah cara pandang ilmu pengetahuan modern dan dampaknya terhadap peradaban pendidikan Islam dan peradaban umat manusia.
Dalam paparannya, KangGuru Uus menyoroti keresahan mendasar yang terjadi sejak dulu hingga era digital saat ini: dominasi epistemologi independen. Paham ini kerap membuat manusia memandang ilmu pengetahuan secara extreme terpisah-pisah dan berdiri sendiri.
Dampak buruknya tidak main-main. Cara pandang yang terfragmentasi ini berpotensi memicu pola pikir extreme dalam memahami keilmuan bahkan mengarah pada benturan peradaban yang menghasilkan krisis multidimensi.
Sebagai solusinya, beliau menegaskan pentingnya mengadopsi epistemologi relasional.
Paham ini memandang bahwa setiap cabang ilmu pada hakikatnya saling terhubung, melengkapi, dan bersumber dari Sang Pencipta dengan prinsip Ilahiyah, Ilmiyah dan Amaliyah.
Berdiri di atas prinsip inilah, Sekolah Bunyan Indonesia (SBI) di bawah naungan Yayasan Bunyan Auladia Cemerlang berkomitmen untuk tidak mengkotak-kotakkan ilmu pengetahuan. Agama dan sains dipahami sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan dua hal yang saling berseberangan.
Tidak berhenti pada tataran filosofis, KangGuru Uus juga memberikan arahan praktis terkait metodologi berpikir bagi para pendidik. Beliau menekankan pentingnya mendalami metode tafsir tematik multidisipliner.
Pendekatan ini menjadi krusial di era modern karena mampu mengelaborasi berbagai aspek penting secara integratif, yaitu:
- Teks: Memahami literatur secara presisi dan otentik.
- Konteks: Membaca tantangan zaman dan realitas sosial terkini.
- Nalar: Menggunakan logika ilmiah yang kritis dan rasional.
- Wahyu: Menjadikan petunjuk Ilahi sebagai fondasi dan pemandu utama.
Melalui pendekatan holistik ini, SDI Yayasan Bunyan Auladia Cemerlang diharapkan mampu menghadirkan generasi pembelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan ketajaman analisis sosial demi hadirnya generasi hafidz saintis.
Kegiatan silaturahim bulanan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta menyerap banyak ide segar untuk diimplementasikan langsung dalam proses belajar-mengajar di lingkungan Sekolah Bunyan Indonesia.
Dengan diterapkannya epistemologi relasional dan kajian tafsir multidisipliner, Yayasan Bunyan Auladia Cemerlang terus memantapkan langkahnya sebagai lembaga pendidikan yang relevan antara Wahyu, situasi dan kondisi sekarang dan tantangan zaman kedepan.











