Sambut Hari Pertama Sekolah, Direktur Bunyan Indonesia Ajak Santri Jaga Lisan dan Jaga Tangan

@Akmaludin Alghifari

BEKASI, BUNYAN.CO.ID – Suasana penuh semangat dan riuh ceria menyelimuti seluruh unit pendidikan di Pondok Pesantren dan Sekolah Bunyan Indonesia hari ini. Memasuki hari pertama sekolah, ratusan santri dari jenjang TK hingga SMA secara serentak mengikuti pembukaan Masa Orientasi Pembelajaran Terpadu Islami (MOPTI)—sebuah adaptasi khas Bunyan untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Acara yang menandai dimulainya tahun ajaran baru ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Seluruh unit pendidikan melebur dalam satu visi: memulai langkah baru dengan fondasi akhlak yang kukuh.

Pesan Hangat dan Sarat Makna dari Direktur

Dalam prosesi pembukaan tersebut, Direktur Sekolah Bunyan Indonesia, Ustadz Saepuloh, S.Pd.I hadir memberikan sambutan hangat sekaligus melepas rindu setelah masa liburan usai. Di hadapan para santri yang berbaris rapi, beliau menyampaikan pesan-pesan edukatif yang tidak hanya mendalam, tetapi juga berima dan mudah diingat oleh seluruh jenjang usia.

“Selamat datang di gerbang ilmu yang baru. Selamat berproses di jenjang yang lebih tinggi, selamat menjalankan MOPTI dengan hati yang meninggi (prestasi), dan selamat menjalin ukhuwah dengan teman-teman baru yang saling menyayangi,” ujar Ustadz Saepuloh dalam sambutannya.

Menjaga Panca Indera: Benteng Akhlak Santri Bunyan

Lebih lanjut, Direktur memberikan wejangan khusus yang menjadi sorotan utama dalam pembukaan MOPTI tahun ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga panca indera sebagai cerminan seorang muslim yang bertakwa. Di tengah maraknya isu perundungan di dunia pendidikan, pesan ini menjadi komitmen nyata Bunyan Indonesia dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Beliau menjabarkan formula menjaga diri dalam kalimat yang menyentuh hati:
1. Jaga Tangan: Jangan menyentuh apa yang tak boleh disentuh, apalagi sampai memukul dan melukai sesama.

2. Jaga Pandangan: Didik mata untuk hanya melihat kebaikan dan keindahan ciptaan-Nya.

3. Jaga Lisan: Jaga omongan agar tak ada kata yang menyakiti, pastikan setiap ucapan membawa kedamaian di hati.

Mulai Langkah dengan Berkah

Dengan dimulainya MOPTI, Sekolah Bunyan Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga anggun dalam berakhlak mulia.

Hari pertama ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari perjalanan panjang para santri untuk merajut mimpi, mengasah potensi, dan menjaga panca indera demi meraih rida Ilahi.

Selamat ber-MOPTI, santri Bunyan Indonesia! Raih prestasi, jaga hati, dan sinari negeri.

Tag: