Meneguhkan Jalan, Memperluas Manfaat, Menguatkan Peradaban
Tahun 2026 bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah titik kesadaran. Setelah lima belas tahun memimpin dan menyaksikan tumbuhnya Yayasan Bunyan Auladia Cemerlang, saya sampai pada satu keyakinan yang semakin kokoh: perjuangan ini tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Zaman bergerak terlalu cepat, tantangan terlalu kompleks, dan umat terlalu membutuhkan kehadiran lembaga yang bukan hanya hidup, tetapi menghidupkan.
Bunyan telah Allah izinkan tumbuh dengan dua pilar besar yang saling menguatkan. Pertama, lembaga formal melalui Pondok Pesantren dan Sekolah Bunyan Indonesia—dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas. Kedua, lembaga keummatan melalui Bunyan Islamic Center dengan seluruh sayap pengabdiannya: Bunyan Peduli, Wakaf Bunyan, Lembaga Tilawah Al-Qur’an, Madrasah Bunda, Korp Muballigh, TPA/TPQ, dan Muallaf Center. Semua ini bukan sekadar unit kerja, melainkan jalan panjang pelayanan umat.
Memasuki 2026, kami tidak ingin hanya bertahan. Kami ingin melompat secara bermakna. Maka Resolusi Bunyan 2026 kami tetapkan sebagai ikrar bersama, ikrar untuk meluruskan niat, menguatkan langkah, dan memperluas manfaat.
Resolusi pertama Bunyan 2026 adalah meneguhkan pendidikan sebagai poros peradaban. Di tengah arus masyarakat urban yang semakin kompetitif dan pragmatis, Bunyan berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan yang berakar pada iman dan akhlak. Ponpes dan Sekolah Bunyan Indonesia tidak boleh hanya meluluskan murid, tetapi harus melahirkan manusia; manusia yang berilmu, beradab, dan berdaya juang. Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi mutu: penguatan guru sebagai teladan hidup, pengokohan kurikulum nilai, dan pendampingan murid agar siap menghadapi dunia tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaan.
Resolusi kedua adalah mengokohkan keluarga sebagai benteng umat. Bunyan menyadari bahwa kerusakan sosial seringkali bermula dari rumah yang rapuh. Karena itu, Pendidikan Interventif, Madrasah Bunda, TPA/TPQ, dan LTQ akan diperkuat sebagai pusat pembinaan keluarga Qur’ani. Bunyan ingin ibu-ibu menjadi madrasah pertama yang berdaya, ayah-ayah menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab, dan anak-anak tumbuh dalam suasana rumah yang penuh nilai, bukan sekadar fasilitas berteduh.
Resolusi ketiga adalah memperluas dakwah yang menyejukkan dan menyatukan. Melalui Korp Muballigh Bunyan, tahun 2026 kami niatkan sebagai fase dakwah yang lebih terstruktur, kontekstual, dan solutif. Dakwah Bunyan harus hadir menjawab kegelisahan zaman: kegelisahan anak muda, keresahan masyarakat urban, dan kebingungan umat di tengah polarisasi. Dakwah bukan untuk memenangkan perdebatan, tetapi menyelamatkan arah hidup manusia.
Resolusi keempat adalah menguatkan pelayanan sosial sebagai wujud iman yang hidup. Bunyan Peduli dan Muallaf Center akan terus menjadi wajah kasih sayang Islam. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada dhuafa yang merasa sendirian, tidak ada muallaf yang berjalan tanpa pendampingan, dan tidak ada musibah yang luput dari kepedulian kita. Tahun 2026 adalah tahun peningkatan sistem, transparansi, dan keberlanjutan program sosial agar bantuan tidak bersifat sesaat, tetapi mengangkat martabat.
Resolusi kelima adalah menjadikan wakaf sebagai tulang punggung kemandirian umat. Wakaf Bunyan akan kami dorong bukan hanya sebagai amal, tetapi sebagai gerakan peradaban. Wakaf untuk pendidikan, wakaf untuk dakwah, wakaf untuk sosial, dan wakaf produktif yang menopang keberlangsungan seluruh program Bunyan. Kami ingin mengajak umat berpikir jauh ke depan: bahwa amal terbaik adalah amal yang terus bekerja meski kita telah tiada.
Resolusi keenam adalah membangun kesadaran kemanusiaan lokal hingga global. Bunyan tidak menutup mata terhadap luka dunia. Palestina, Sudan, dan berbagai belahan dunia yang tertindas adalah cermin bahwa kemanusiaan sedang diuji. Tahun 2026, Bunyan berkomitmen menanamkan empati global melalui pendidikan, penggalangan solidaritas, dan aksi kemanusiaan yang terukur. Kami ingin kader kader Bunyan tumbuh sebagai generasi yang peduli yang sadar bahwa umat Islam adalah satu tubuh, dan kemanusiaan tidak mengenal batas geografis.
Resolusi ketujuh adalah menyiapkan estafet kepemimpinan dan perjuangan. Bunyan bukan milik satu generasi. Tahun 2026 adalah fase penguatan kaderisasi; mendidik pengurus, guru, muballigh, dan relawan agar memiliki visi, integritas, dan ketangguhan. Perjuangan ini harus diwariskan, bukan dipersonalisasi. Bunyan harus hidup lebih lama dari siapa pun yang mengurusnya hari ini.
Semua resolusi ini tidak akan berarti tanpa kebersamaan. Karena itu, Resolusi Bunyan 2026 bukan hanya pernyataan pengurus, tetapi ajakan terbuka. Ajakan kepada guru untuk mengajar dengan hati. Ajakan kepada orang tua untuk mempercayakan pendidikan anak dengan penuh sinergi. Ajakan kepada donatur untuk berwakaf dan berbagi dengan keyakinan. Ajakan kepada relawan untuk berjuang meski tanpa sorotan. Dan ajakan kepada seluruh sahabat Bunyan untuk menjadikan yayasan ini sebagai ladang amal seumur hidup.
Tahun 2026, Bunyan tidak menjanjikan jalan yang mudah. Tetapi kami menjanjikan jalan yang bermakna. Jalan yang mungkin melelahkan, namun bernilai ibadah. Jalan yang menuntut pengorbanan, namun melahirkan keberkahan. Jalan yang jika ditempuh bersama, insyaAllah akan mengubah wajah umat dan generasi.
Dengan memohon pertolongan Allah, kami tetapkan Resolusi Bunyan 2026 sebagai komitmen jiwa, komitmen amal, dan komitmen peradaban. Karena selama masih ada iman yang harus dijaga, ilmu yang harus diajarkan, dan umat yang harus dilayani, Bunyan Auladia Cemerlang akan terus berdiri, berjuang, dan mengabdi.
Terus Bertumbuh Bersama Bunyan, mari jadikan 2026 sebagai tahun penguatan, perluasan manfaat, dan kebangkitan harapan.
Bekasi, 1 Januari 2026 M
Yayasan Bunya Aualadia Cemerlang
Dr. KH. Uus Mauludin. MA
Ketua










