Lima belas tahun adalah perjalanan panjang yang tidak bisa diringkas hanya dengan angka. Ia adalah himpunan doa yang tak terdengar, air mata yang jatuh dalam diam, kelelahan yang disembunyikan demi amanah, serta keyakinan yang terus dijaga agar tidak runtuh oleh keadaan. Ketika saya menoleh ke belakang, perjalanan Yayasan Bunyan Auladia Cemerlang tampak seperti sebuah kaleidoskop: potongan-potongan kecil perjuangan yang bila diputar kembali menampilkan satu gambar besar yaitu kontribusi ikhtiar membangun peradaban melalui pendidikan dan pelayanan ummat, dengan niat lurus semata-mata karena Allah.
Perjalanan ini kami jalani di tengah realitas yang terus berubah. Kami hidup dan berjuang di Bekasi, sebuah wilayah yang bertumbuh sangat cepat menjadi kawasan industri dan masyarakat urban yang dinamis. Pabrik-pabrik berdiri, perumahan menjalar, ritme hidup semakin cepat, dan kompetisi semakin keras. Di satu sisi, ini adalah peluang kemajuan. Namun di sisi lain, ia menghadirkan tantangan serius: renggangnya ikatan keluarga, krisis keteladanan, kegersangan spiritual, dan anak-anak yang tumbuh di tengah hiruk-pikuk dunia tanpa kompas nilai. Di tengah realitas urban inilah Bunyan meneguhkan diri untuk hadir memberikan kontribusi bukan sebagai penonton perubahan, tetapi sebagai penjaga nilai dan penuntun arah.
Bunyan tidak lahir dari kemewahan, tidak pula dari rencana besar yang penuh fasilitas. Ia lahir dari kegelisahan batin yang jujur: siapa yang akan mendidik generasi urban ini agar tetap beriman, beradab, dan berdaya saing? Siapa yang akan menemani ummat di tengah tekanan hidup modern yang seringkali menggerus nurani? Dari kegelisahan itulah Bunyan terus bertumbuh walau dengan langkah-langkah kecil, kesabaran panjang, dan keyakinan bahwa setiap amal ikhlas akan menemukan jalannya.
Kami memilih memulai dari pendidikan formal karena kami percaya, masa depan ummat dan bangsa ditentukan oleh apa yang hari ini ditanamkan kepada anak-anaknya. Maka berdirilah Pondok Pesantren dan Sekolah Bunyan Indonesia, dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas. Di tengah masyarakat urban yang serba cepat, Bunyan berusaha menghadirkan ruang jeda, ruang pembentukan manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi matang secara spiritual dan sosial, Anak-anak kami didik bukan hanya bagaimana meraih cita-cita, tetapi juga bagaimana menjaga iman, adab, dan tanggung jawab sebagai hamba Allah dan warga bangsa.
Pondok pesantren menjadi ruh yang mengaliri seluruh sistem ini. Di sanalah Al-Qur’an menjadi poros kehidupan, bukan sekadar mata pelajaran. Santri ditempa untuk tahan uji, tidak rapuh oleh godaan zaman, dan tidak tercerabut dari nilai ketika kelak mereka terjun ke masyarakat, dunia industri, teknologi, dan masyarakat global. Bunyan ingin melahirkan generasi cerdas beradab yang komitmen dengan Islam, NKRI dan menjadi penebar rahmat Islam bagi semesta.
Kami sadar, tantangan hari ini tidak berhenti pada level lokal. Indonesia sebagai bangsa juga tengah diuji. Dinamika politik yang seringkali memecah belah, bencana alam yang datang silih berganti, kesenjangan sosial yang masih terasa, serta kegelisahan masyarakat yang mencari keteladanan, semua ini menuntut peran lembaga-lembaga keummatan yang tidak sekadar kritis, tetapi solutif. Dalam konteks inilah Bunyan Islamic Center hadir sebagai rumah besar keummatan, tempat dakwah yang menenangkan, pelayanan yang membebaskan, dan solidaritas yang menguatkan.
Melalui Bunyan Peduli, kami berusaha hadir di saat-saat sulit: ketika musibah datang, ketika ekonomi terhimpit, ketika harapan terasa jauh. Wakaf Bunyan kami kembangkan sebagai strategi keberlanjutan, agar kebaikan tidak berhenti pada satu generasi. Lembaga Tilawah Al-Qur’an, TPA/TPQ, dan Madrasah Bunda kami kuatkan sebagai benteng keluarga, karena kami yakin kerusakan bangsa seringkali bermula dari rapuhnya rumah tangga, dan kebangkitan selalu dimulai dari ibu dan anak-anaknya.
Korp Muballigh Bunyan kami dorong menjadi garda dakwah moderat, dakwah yang cerdas membaca konteks, tidak mudah terpancing provokasi, dan mampu merajut persatuan di tengah perbedaan. Muallaf Center kami hadirkan sebagai wujud komitmen kemanusiaan dan persaudaraan iman, agar siapa pun yang memilih Islam merasa dilindungi, dibimbing, dan dimuliakan.
Lebih jauh lagi, mata dan hati kami tidak pernah terlepas dari kondisi global. Dunia hari ini sedang terluka. Palestina yang belum juga merdeka, Sudan yang terus dilanda konflik kemanusiaan, serta berbagai belahan dunia lain yang dirundung perang, kelaparan, dan ketidakadilan semuanya adalah panggilan nurani. Kami sadar, mungkin langkah kami kecil di hadapan penderitaan global, tetapi kami percaya bahwa kepedulian yang terorganisir dan istiqamah adalah bagian dari jihad untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga nilai nilai kemanusiaan.
Memasuki tahun 2026, Bunyan meneguhkan komitmennya untuk memperluas peran sebagai bagian dari solusi melalui edukasi kemanusiaan, penguatan solidaritas global, penggalangan wakaf dan bantuan berkelanjutan, serta pembentukan generasi yang memiliki empati internasional tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaan. Bunyan ingin menjadi lembaga yang mendidik generasi yang cinta Islam, setia pada NKRI dan peduli pada semesta.
Tujuh belas tahun memimpin Bunyan mengajarkan saya satu hal yang semakin jelas: perjuangan ini tidak boleh berhenti pada zona nyaman. Tantangan lokal, nasional, dan global menuntut kita untuk terus beradaptasi tanpa mengorbankan prinsip. Bunyan bukan sekadar institusi, tetapi jalan perjuangan yang menghubungkan pendidikan, dakwah, sosial, dan kemanusiaan dalam satu tarikan nafas.
Hari ini saya mengajak semua yang telah membersamai perjaungan Bunyan; seluruh pengurus yayasan, para pimpinan lembaga dan unit, para guru, santri, orang tua, Keluarga Bunyan Indoneia, para relawan, para donatur, dan sahabat seperjuangan yang tidak saya sebutkan satupersatu; untuk melangkah lebih jauh. Bukan hanya mendukung, tetapi berjuang bersama. Bukan hanya hadir hari ini, tetapi istiqamah selamanya. Karena selama masih ada generasi yang harus diselamatkan dari kehilangan arah, bangsa yang harus dijaga persatuannya, dan dunia yang membutuhkan suara keadilan, Yayasan Bunyan Auladia Cemerlang harus terus hidup, tumbuh, dan mengambil peran aktif.
Semoga Allah menjaga niat kita, menguatkan langkah kita, dan menjadikan Bunyan sebagai amal jariyah kolektif yang terus mengalir untuk Bekasi, untuk Jawa Barat, untuk Indonesia, dan untuk kemanusiaan global. Taqobbal ya kariim










